04
Sep
09

Taktik Blitzkrieg

Dalam dunia militer kata Blitzkrieg atau “lightning war” digunakan untuk menjelaskan taktik militer yang digunakan tentara Jerman pada awal Perang Dunia ke-2, dimana konsentrasi dan koordinasi kekuatan difokuskan untuk memasuki lini pertahanan statis lawan, sedemikian rupa sehingga gerakan yang cepat dan tak terbatas ini menyebabkan lawan tidak sempat lagi membangun lini pertahanan baru.

Blitzkrieg merupakan taktik peperangan yang cepat dan terbuka, dan oleh karenanya sangat tergantung dengan kekuatan teknologi baru. Pertama-tama pasukan angkatan udara digunakan sebagai artileri untuk menghancurkan titik kekuatan musuh, merusak konsentrasi pasukan, dan menyebarkan kepanikan. Kemudian dikombinasikan dengan kekuatan angkatan darat dengan menyebarkan kekuatan tank dan pasukan infantri bermotor yang dikoordinir dengan menggunakan teknologi radio dua arah untuk merusak target taktis sebelum masuk lebih jauh ke teritori musuh.

Perbedaan Blitzkrieg dengan taktik peperangan lainnya adalah adanya defolusi komando. Seorang tentara yunior di lapangan didorong untuk lebih menggunakan inisiatifnya sendiri, sehingga tidak tergantung dengan struktur komando yang tersentralisasi. Kunci keberhasilan Blitzkrieg adalah bagaimana mengorganisir pasukan sehingga menjadi kekuatan yang dinamis dengan teknik komunikasi dan komando yang luar biasa, sehingga dapat mempertahankan momentum di saat peperangan terjadi.

Konsep dasar Blitzkrieg adalah mengumpulkan semua kekuatan yang tersedia pada satu titik tepat di depan garis pertahanan musuh, dan kemudian membuat ‘lubang’ penyerangan dengan pasukan infantri dan artileri. Ketika lubang penyerangan sudah terbuka, tank dapat segera masuk menggempur. Dengan prinsip seperti ini, penyerangan bisa dilakukan dengan pasukan yang relatif kecil untuk menghancurkan pasukan besar sehingga bisa memperkecil jumlah korban.

BlItzkrieg didasarkan pada ide mengkonsentrasikan seluruh kekuatan perang pada satu titik di dekat musuh. Angkatan udara membom lokasi musuh untuk memecah konsentrasi dan menyebarkan kepanikan. Angkatan darat menyelinap ke lokasi musuh dan menghancurkan unit logistik dan komunikasi lini depan. Bila dilakukan sesuai rencana, Blitzkrieg akan berlangsung dalam waktu yang sangat singkat seperti “lampu blitz” sehingga tidak memberi kesempatan kepada musuh untuk menyadari apa yang sedang terjadi.

Meskipun tampaknya ‘cantik’ dan gampang dilakukan, pada kenyataannya Blitzkrieg bukan tanpa kelemahan. Terdapat bahaya yang besar apabila pasukan elit “Panzergruppen” berhadapan dengan pasukan lawan yang berlapis-lapis yang bisa re-group dan re-arm dengan cepat. Atau ketika pasukan lawan berhasil ‘mengulur-ulur’ waktu pertempuran sehingga serangan Blitzkrieg tidak “blitz” lagi dan mengakibatkan habisnya dukungan logistik Panzergruppen yang terbatas. Dan pada situasi seperti itu bisa terjadi pengepungan dan bahkan pembantaian Panzergruppen.

Sebab utama kegagalan Blitzkrieg pada dasarnya adalah ketika kehilangan ciri utamanya yaitu momentum melakukan pendadakan. Hal demikian bisa terjadi karena strategi tersebut sudah terlalu sering digunakan sehingga pihak lawan sudah bisa ‘membaca’ gelagat strategi yang digunakan.

Blitzkrieg di Kompetisi Bisnis

Aplikasi Prinsip Blitzkrieg dan Rapid Dominance di bisnis sering dijumpai di kompetisi bisnis, baik oleh perusahaan yang ‘diserang’ maupun ‘menyerang’. Perusahaan yang menjadi the challenger bisa melakukan penyerangan pada market leader dengan beberapa cara seperti :
Gempuran ke Daerah Tertentu

Gempuran ke daerah tertentu yang ’sensitif’ seringkali efektif membuat kompetitor kalang kabut. Bisa jadi daerah tertentu tersebut merupakan wilayah ‘anak emas’ yang menjadi kebanggaan perusahaan. Bisa jadi pasar di Jakarta yang ukurannya memang besar atau pasar di daerah tertentu yang menjadi tempat ‘mendulang emas’.
Gempuran ke Jalur Distribusi Tertentu

Perang antar hypermarket seringkali ‘menyeret’ perusahaan pemasar produk untuk ikut terlibat perang. The challenger bisa ‘ngerjain’ market leader dengan melakukan gempuran pemasaran ke hypermarket tertentu dengan beragam promosi besar-besaran.
Gempuran Above The Line

Seperti Amerika Sertikat dan Inggris yang melakukan Shock and Awe dengan menggelar carpet bombing ke Baghdad, bisa jadi the challenger menyerang market leader dengan membombardir menggunakan iklan. Ketika hampir semua program televisi penting disponsori dan iklan dipasang di semua teve dan semua jam tayang, meskipun sesungguhnya hanya sesaat, bisa jadi akan menimbulkan kepanikan pada komandan dan prajurit di semua lini. Meskipun yang digempur ‘hanya’ persepsi dan areal komunikasi pemasaran, tetapi bisa jadi seluruh staf penjualan yang ada di pelosok ikutan ‘merinding’ dan kehilangan keberanian berkompetisi.
Gempuran Trade Promotion

Blitzkrieg ‘hanya’ membuat ‘lubang’ kecil dan memutus jalur komunikasi dan logistik di lokasi tertentu agar dampaknya hebat. Melalui trade promotion khusus, misalkan dengan memberi ekstra diskon atau ekstra hadiah yang “wah” pada grosir dan pedagang eceran tradisional akan menyebabkan terjadinya ‘sumbatan’ logistik lawan yang bisa membuat kompetitor panik.
Gempuran Banting Harga

Banting harga bisa dilakukan dengan memberi harga khusus pada produk baru tertentu, diskon tambahan untuk pencapaian target penjualan tertentu atau bahkan dengan sengaja menurunkan harga jual ke pedagang. Karena harga merupakan ‘mainan’ paling mengasyikkan bagi orang sales, penurunan harga oleh the chalenger bisa mengakibatkan ‘kebekuan’ yang terasa sampai ke “sumsum tulang.”
Gempuran Produk Khusus

Produk khusus yang biasanya ‘dikorbankan’ untuk melakukan Blitzkrieg adalah produk baru dari the challenger yang sengaja dibuat semirip mungkin dengan produk andalan market leader dan dijual dengan harga murah banget dengan promosi sehebat mungkin. Rugipun tidak apa-apa, asal kompetitor panik. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan market leader kalau digempur dengan cara menyakitkan seperti ini. Akan sangat terasa kalau fast moving product ‘dikerjain’ oleh the challenger.


0 Responses to “Taktik Blitzkrieg”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: