04
Sep
09

Perang (stalingrad) Moscow

Pada Hari Minggu pagi, 22 Juni 1941, Adolf Hitler meluncurkan operasi perang angkatan darat terbesar dalam sejarah dunia: Operasi Barbarossa, invasi menuju Rusia. Ini adalah perang total tanpa tanding, terbesar dalam dimensinya, terburuk dalam kebrutalannya, dan terparah dalam kehancurannya. Hitler bertekad bahwa ini adalah perang ideologis suci melawan bolshevisme dan perang rasial melawan bangsa “subhuman” (manusia rendah) Slavia. Seperti kemudian dikatakan Boris Pasternak “kekuatan iblis sejati sedang dipertontonkan kedunia”.

Operasi Barbarossa adalah dekrit Hitler untuk menyapu kawasan Eropa dengan Perintah invasi definitif keputusan Hitler No. 21 tanggal 18 Desember 1940, sasarannya mencaplok Rusia dalam satu kampanye singkat (4 bulan), dan tujuan final….mendirikan palang pintu penahan Asiatik Rusia. segala persiapan harus selesai pada 15 Mei 1941. Walaupun gerakan di Yunani dan Yugoslavia ditunda 5 minggu, namun kampanye 4 bulan masih dapat dikejar sebelum memasuki musim dingin.

pemimpin-pemimpin Rusia mencatat peningkatan deploy pasukan Jerman sepanjang perbatasan barat, tapi belum dapat memastikan hari H invasi. hingga hari sabtu, 21 Juni 1941, mereka mendapat informasi cukup untuk menyiagakan distrik-distrik militer perbatasan. Timoshenko dan Zhukov menghabiskan semalam suntuk untuk menulis perintah, komandan-komandan lokal menerimanya beberapa jam sebelum invasi, namun sebagian besar unit masih belum disiagakan.

Angkatan udara Rusia menderita kehilangan 1200 pesawat tempur di hari pertama. komandan Angkatan Laut admiral Kuznetzov berlari dari kantor staff jenderal menuju Mabes, untuk memberi sinyal siaga penuh ke seluruh angkatan laut, sehingga tak satupun kapal perang atau dermaga yang hancur pada sapuan badai pertama itu.

lemahnya komunikasi dan transport menghalangi angkatan darat Rusia untuk bereaksi. Radio sangat sedikit, hingga komunikasi bergantung pada telegraf dan jaringan telepon yang telah dirusak atau dihancurkan oleh pembom, artileri dan para sabotir Jerman. Kebanyakan unit-unit front tidak menerima perintah sama sekali, sisanya menerima perintah yang sudah kadaluarsa.

Mayor Jendral Rokossovsky, kemudian memimpin Korps Mekanis ke 9 di Distrik Militer Spesial Kiev (Ukraina) mengeluarkan perintah operasional rahasia atas inisiatif pribadi, karena tidak dapat mengontak Moscow, Mabes Distrik ataupun Mabes Angkatan Darat ke 5 di Lutsk. Korps Mekanis mereka cuma namanya saja, dengan alokasi sepertiga kendaraan lapis baja yang sudah tua, dan infantri bermotor tanpa kereta lori, ataupun kuda. Sambil membawa mundur Korpsnya, dia beberapa kali harus memukul Tentara Mobil Jerman untuk bisa lewat. Satu- satunya senjatanya menangkis serangan udara hanya meriam-meriam anti pesawat yang ia tahu performanya dibawah rata-rata.

Pasukan Jerman memperoleh elemen kejutan yang sempurna. Tentara Grup Utara (Marsekal Leeb), dengan Tentara XVI dan XVIII, total 20 divisi, dan 3 divisi lapis baja, 3 divisi infantri motor menghadapi Tentara grup Baratlaut Rusia (Jenderal Kuznetzov) dengan satu divisi di pantai dan lainnya didaratan. mereka punya 4 divisi lapis baja, 19 divisi infantri, 2 divisi motor, namun dengan kemauan tentara (yang sebagian besar bekas pasukan negara-negara Baltik) untuk bertempur bagi Rusia, statusnya dipertanyakan.

Hingga 8 Juli 1941, Jerman telah memusnahkan 2 grup tentara Rusia, menyandera hampir 290.000 personil, menghancurkan 2500 tank dan 1500 meriam. Jenderal Guderian merampas kota Smolensk dari selatan pada 15 Juli. Beberapa Satuan Rusia hancur pada 8 agustus 1941 dengan 347.000 personil menjadi tawanan, 3400 tank dan 3000 meriam hancur atau direbut. Dua minggu kemudian 78.000 tentara ditawan, dan dalam dua bulan, tentara Grup Tengah telah membanjiri dua pertiga dari 750 mil (1200 km) jarak front ke kota Moscow.

pesan diatas pahatan batu dari benteng Brest Litovsk: “aku sekarat, selamat tinggal ibu pertiwi, tapi aku tidak menyerah! 20 Juli 1941″, di fase terakhir, cuma segelintir yang selamat. diantara mereka adalah orang yang memahatkan pesan dibenteng, berduel diruang bawah tanah dan terowongan, dan terkubur disana.

Stalin yakin bahwa Ukraina akan menjadi target utama Jerman dan mengirim lebih banyak tentara Rusia ke Selatan ketimbang di Utara. Grup Tentara Barat Daya (Jendral Kirponos) punya 4 detasemen, dan satu Grup Tentara Selatan yang baru dibentuk (Jendral Tyulenev), sepanjang perbatasan Rumania punya 2 detasemen. kedua Grup ini memiliki 20 divisi lapis baja, 10 divisi mekanis, 6 divisi kavaleri, dan 45 divisi infantri, lebih banyak ketimbang Jerman. Akan tetapi, Lapis baja mereka kebanyakan sudah tua, infantri motor kekurangan lori pengangkut, dan Jerman memegang superioritas udara.

Kejayaan Grup Tentara Selatan Jerman berlanjut hingga pertengahan Juli, ketika Marsekal Rundstedt memerintahkan dua dari tiga Korps Panzergruppen I ke tenggara dari Berdichev ke Pervomaysk, mendekat ke 3 Grup Tentara Rusia. Pada 2 Agustus 1941, 130.000 tentara Rusia terjebak dalam kantong raksasa dan menyerah. Sisa Tentara Selatan Rusia tak punya pilihan selain mundur sepanjang sungai Dneipr, meninggalkan Odessa sebagai Benteng Terisolir.

Argumen tentang bergerak ke Moscow berlanjut. Komandan Tentara Marsekal Brauchitsch, Komandan Staf OKH Jendral Halder dan Jenderal Guderian mencoba membujuk Hitler pada tanggal 18 dan 24 Agustus. minggu sebelumnya pada 29 Juli, Jendral Zhukov memerintahkan berbalik ke front tenggara dan meninggalkan Ukraina. Stalin menolak, dimana Zhukov dimutasikan sebagai kepala Staf Jenderal menjadi Komandan Lapangan. Stalin memberinya Grup Tentara Cadangan, di Front barat Moscow. Zhukov kemudian memaksa kemunduran Jerman pertama pada pertempuran di Yelnya, namun tak bisa memanfaatkan kemenangannya karena keduabelah pihak terpaksa mundur. pada 18 Agustus dia mendeteksi penurunan mendadak dari aktivitas Jerman. Melihat kenyataan yang serupa pada Front tengah, dia melapor ke Stalin bahwa dia yakin Jendral Guderian sedang bersiap-siap bergerak ke selatan, dan mengusulkan memperkuat Pasukan di area Bryansk, untuk menyerang Jerman dari rusuk.

Stalin membalas bahwa dia sudah menebak kemungkinan membentuk Grup di Bryansk. Tapi komandan disana Jendral Yeremenko, menulis dalam memoar bahwa ia diperintahkan melawan di timur, bukan gerakan ke selatan. Dia gagal menahan laju panzer Guderian. Dua hari kemudian Stalin dengan ogah-ogahan mengizinkan meninggalkan Kiev (Ukraina) namun terlambat, Jendral Kirponos terbunuh, keempat grup angkatan daratnya hancur pada 26 September dan Jerman mengklaim 665.000 tawanan.

Sementara Guderian kembali ke utara mempersiapkan serbuan ke Moscow, 8 September kota Leningrad terisolasi total, kecuali rute berbahaya sepanjang danau Ladoga. pada 9 September 1941 Stalin mengirim Zhukov untuk mengambil tanggung jawab. pada 14 september Jerman sudah di Teluk Finlandia, kurang dari 4 mil (6,4 km) dari pinggir kota Leningrad, jadi Zhukov harus bergerak cepat.

Pada 17 September, 6 divisi Jerman mencoba menerobos dari selatan tapi gagal dan pada 25 September tentara Grup Utara siaga untuk pengepungan. Kini Stalin butuh Zhukov dimana saja. Serangan ke Moscow, Operasi Typhoon, dimulai 30 September, dan segera menampar pertahanan Bryansk dan grup-grup cadangan. kekuatan mereka 1.25 juta tentara dalam 96 divisi dan 14 brigade. Tapi kekalahan dini mengurangi laju mereka. Kehilangan Jerman secara komparatif lebih kecil, 94.000 tewas, 346.000 terluka hingga 26 Agustus. Tapi Panzergruppen mengalami kekurangan tank yang serius. Hingga Akhir September mereka kekuarangan 50 persen persediaan. Juga kekurangan 30 persen kereta pengangkut, dan SDM divisi Timur kurang 20 persen dari standar. Sementara Tentara Grup Tengah diperkuat dengan divisi motor dari Grup Utara dan Selatan terdiri dari 48 divisi infantri, 14 divisi panzer, 8 divisi motor atau sekitar setengah kekuatan Misi Jerman ke Rusia.

Guderian menyerbu pada 30 September, menerobos rusuk selatan Tentara Bryansk dan masuk 130 mil (210 km) dalam 2 hari ke kota Orel. Tiga Grup di Bryansk terkurung pada 6 Oktober. Pada 7 Oktober Panzergruppen III (Hoth) dan Panzergruppen IV (Hoepner) mengurung 45 divisi Rusia dan tanggal 19 Oktober mereka mengklaim 673.000 tawanan. Pada 18 oktober Korps Panzer ke 40 merebut Mozhaisk, hanya 60 mil (100 km) dari Moscow.

Kepanikan merebak di Moscow, Stalin tak bergeming dan tetap di ibukota, namun departemen-departemen pemerintah, korps diplomatik dan hampir semua staf jenderal di evakuasi ke Kuybyshev (sekarang Samara) dan status darurat militer berlaku pada 19 Oktober. Gelombang evakuasi diorganisir secara sistematis: 200 kereta api bergegas memindahkan penduduk ke timur, 80.000 truk mengangkut 498 komponen pabrik yang dibongkar keluar ibukota. hanya 21.000 dari 75.000 peralatan pemotong logam yang ditinggalkan, dan dirubah menjadi produksi senjata. satu setengah juta gerbong mengatur angkutan dua setengah juta tentara, dan 1523 pembangkit industri, semua dilakukan dibawah hujan bom dari Jerman.

Akan tetapi, dua faktor mengintervensi dan memperlambat Jerman, pertama cuaca. Salju mulai turun 6 oktober, dan hujan lebat berkepanjangan. kendaraan dan kereta terpuruk, dan infantri teredam lumpur hingga ke lutut, dan sering kekurangan amunisi dan ransum. Cuaca tidak lebih baik bagi pihak Rusia juga, namun memperlambat mobilitas panzer. Gerakan Jerman dapat dipercepat lagi setelah lumpur membeku, celakanya temperatur dibawah nol membawa masalah baru. faktor kedua adalah Zhukov, yang tiba pada 7 Oktober. Stalin sekali lagi mengirimnya ke Front membangun perlawanan. Pada pukul 2.30 dinihari 8 Oktober, dia menelepon Stalin tentang kebutuhan utama memperkuat garis pertahanan Mozhaisk, kemudian mundur dalam hujan lebat dan kabut untuk mencari Marsekal Budenny dan Mabes Front Cadangan. Dia akhirnya bertemu di kota Maloyaroslavets, hanya untuk menerima laporan bahwa mereka tidak tahu dimana posisi Mabes.

Pada 10 Oktober, Kepala Publikasi Hitler, Otto Dietrich, mengumumkan secara resmi pada pers asing bahwa perang telah dimenangkan Jerman. Pada hari itu juga Stalin memberi komando pada Zhukov dan sisa-sisa front cadangan, dan bertindak cepat memperkuat garis pertahanan Mozhaisk, mentransfer 14 divisi infantri, 14 brigade tank, dan 40 resimen artileri dari cadangan atau sektor lain, untuk membentuk 4 grup tentara. Ironisnya total pasukan cuma 90,000 atau setara 6 divisi kekuatan penuh.

Pada 17 Oktober di sektor kota Kalinin, dengan 3 grup tentara dan 1 grup combat ad hoc, dibawah jendral Konev, mereka tercincang oleh Jerman yang kemudian mengancam rusuk utara dan selatan Moscow. Ini memaksa Zhukov membentuk kembali frontnya yang hanya 40 mil (64 km) dari Kremlin Moscow. 10 ribu penduduk sipil kebanyakan wanita dan anak-anak dimobilisasi untuk menggali parit-parit pertahanan, jebakan tank; pria diberi selaras senapan dan latihan singkat dan dibentuk dalam batalion-batalion milisi rakyat.

Pada Bulan November, kekuatan tentara merah jatuh pada level terendah. Pada 7 November, pada ulang tahun revolusi Bolshevik, Stalin mempertimbangkan untuk tetap mengadakan seremoni normal, termasuk parade milliter dilapangan Merah. untuk mencegah serangan udara, parade dilangsungkan 6 November dibawah tanah di stasiun Metro Mayakovskaya. Dalam Pidatonya Stalin yang terkenal mengatakan “kalau Jerman ingin perang pembantaian, kita akan tunjukkan pembantaian yang sesungguhnya” memancing patriotisme warga Rusia, dan pada parade keesokan harinya, pasukan berbaris lurus menuju front teringat bahwa pendahulu mereka, dari Alexander Nevsky, Victor dari Teuton di tahun 1240, hingga Kutuzov yang mengusir Napoleon pada 1812 – mengiang-ngiang ditelinga mereka.

pasukan infantri motor rusia berpose setelah parade, sebelum berangkat ke garis depan

Ketika bumi membeku di pertengahan November, mobilitas Jerman pulih lagi tapi mendapat masalah baru. Langkanya pakaian musim dingin atau satuan kamuflase putih, dan mendapat 133.000 kasus frostbite. Suplai bahan bakar anti beku dan pelumas musim dingin untuk pesawat dan kendaraan sangat kurang. Butiran es membungkus setiap selongsong meriam dan tak bisa diisi dalam laras, maintenance dari pesawat, tank dan truk di udara terbuka menjadi mimpi buruk. Prajurit Jerman berdiri beku dilintasannya.Stalin dan Zhukov memerintahkan bumihangus dan hancurkan bangunan sebanyak mungkin, sebelum mundur.

Pemantauan resmi Jerman 1 desember, bahwa tentara merah tidak punya lagi cadangan tersisa. Beruntung bagi Rusia, kekalahan total di front, tapi dibelakang Jepang tak jadi bergerak ke Rusia, karena dua front perang berarti kiamat bagi Rusia. Dari sumber beragam, tapi khususnya dari agennya Richard Sorge di Tokyo, Stalin melihat bahwa Jepang ingin bergerak ke selatan melawan jajahan Eropa dan Amerika di Asia, bukan ke utara melawan Rusia. Secara rahasia Stalin mulai mentransfer divisi-divisi Rusia dari Timur Jauh, memperkuat formasi tiga front yang baru dibentuk, hingga terakumulasi 58 divisi cadangan pada akhir November. kekuatan tentara merah pulih hingga 4.200.000 tentara didukung 7.400 pesawat tempur dan 4.490 tank. Timing begitu krusial. Stalin melihat kekuatan Rusia dan Jerman kini setara. pada pukul 03.00 dinihari 5 Desember 1941, atau dua hari sebelum serangan Jepang ke Pearl Harbour, tentara merah melancarkan counter-offensive.

Dalam 34 hari terjadi pertempuran berat jarak dekat, dari rumah ke rumah, Jerman didesak mundur sejauh 60 mil (100 km), di beberapa tempat hingga 150 mil (240 km). Zhukov, didukung staf jendral Shaposhnikov, menyusun sasaran terbatas, melarang serangan frontal, dan ingin semua sumberdaya terkonsentrasi mendesak front line tengah mundur, untuk mengamankan Moscow pada serbuan tahun baru. Improvisasi pasukan Rusia dari “grup komposit” bertempur untuk melepaskan jepitan dari kurungan rakasasa Jerman. Jenderal Zhukov memerintahkan bertarung sampai mati. Divisi tank dari front barat kekurangan, begitu pula dengan amunisi yang tersedia untuk satuan serbu. Zhukov bergantung pada kecepatan dan kejutan untuk mengkompensasi kekurangan tentara profesional terlatih. selama delapan hari tak ada berita apapun dari front di Rusia. Baru pada tanggal 13 Desember radio Moscow melaporkan keberhasilan Rusia di utara dan selatan dan mengumandangkan kegagalan rencana Jerman untuk mengurung dan merebut Moscow.

Stalin meyakinkan dirinya bahwa Jerman bisa dipukul sebelum tiba musim semi, dan pada 5 Januari 1942, Zhukov dan Shaposhnikov memerintahkan serangan umum di lima front. mulai 8 Januari, berlanjut dan mencapai keberhasilan, tapi dengan cost yang sangat berat. Sekitar 1 juta tentara ambil bagian dalam pertempuran, 139.586 tewas dalam bulan Desember. Sumberdaya sangat terbatas dan Artileri Zhukov hanya bisa menembakkan 2 selongsong per hari.

Reaksi Hitler atas pergerakan Rusia yang tidak disangka-sangka, adalah memecat jenderal-jendralnya dan melarang mundur pasukannya. Brauchitsch, Bock, Rundstedt, Guderian, Hoepner dan beberapa lainnya tersibngkir, dan Hitler mengambil alih sendiri komando. Tapi serangan ambisius Stalin dan kengototan Hitler untuk bertahan membawa malapetaka, pasukan Jerman dibantai.

Pertempuran Moscow adalah kekalahan besar Jerman pertama dalam perang angkatan darat, dan menandai kegagalan strategi Blizkrieg (perang kilat). Tentara merah menderita kerugian yang besar, namun masih memegang kendali, dan dari 3 sasaran simbolis 1941, Leningrad, Moscow dan Kiev, cuma Kiev yang dicaplok Jerman. kehilangan Jerman jauh lebih kecil, tapi begitu pula dengan kapasitas Jerman untuk menggantikannya. pada bulan Desember, Amerika terjun dalam Perang dan menjadi supplier utama Rusia untuk kebutuhan perang. Untuk sementara Moscow selamat hingga Mei 1942.

Sumber: http://riumanjisen007.wordpress.com/


0 Responses to “Perang (stalingrad) Moscow”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: