01
Sep
09

Penyerbuan Pantai Normandia

Salah satu momen kritis dalam Perang Dunia II adalah penyerbuan di pantai Normandia yang terletak di Prancis oleh pasukan Sekutu yang dimulai pada tanggal 6 Juni 1944. Sekitar 3 juta pasukan terlibat dalam salah satu pertempuran terdahsyat dalam sejarah manusia itu. Pasukan Jerman yang berusaha mati-matian menghalangi penyerbuan Pasukan Sekutu tersebut akhirnya berhasil dikalahkan. Jerman memang tidak langsung menyerah, tetapi kemenangan Sekutu di Normandia menciptakan sebuah satu titik balik penting dalam perang tersebut yang berakhir dengan kekalahan Jerman. Melalui kemenangan tersebut, Sekutu berhasil masuk ke Eropa Barat dan masuk langsung ke jantung wilayah Jerman.

Strategi Sekutu melakukan penyerbuan di Normandia tersebut merupakan analogi strategi yang seharusnya dipakai oleh sebuah inovasi baru yang hendak merebut pasar dari pemimpin pasar sebelumnya. Tentu saja penyerbuan tidak perlu dilakukan dalam skala besar-besaran seperti yang dilakukan Sekutu tersebut (kecuali perusahaan Anda adalah perusahaan yang besar juga). Prinsip yang harus diingat di sini adalah berusaha memusatkan kekuatan penyerbuan pada salah satu titik terlebih dahulu untuk mencari tempat berpijak.

Kesalahan besar yang sering dilakukan perusahaan yang ingin memperkenalkan inovasi baru adalah langsung mengarahkan target ke pasar mainstream. Padahal untuk menjangkau pasar sebesar itu dibutuhkan sumber daya yang besar juga. Belum lagi para pemain lama sudah lama bercokol di sana dan tidak akan dengan mudah melepaskan benteng pertahanan mereka begitu saja.

Karena itu, agar sebuah inovasi baru bisa bertahan hidup, sasaran pertama haruslah cukup kecil dan disesuaikan dengan ukuran perusahaan Anda. Bila perlu, carilah sasaran yang selama ini diabaikan para pemain lama. Jangan mencoba merebut pasar sebesar 1 milyar rupiah dulu bila modal perusahaan Anda hanya 30 juta rupiah. Carilah dulu pasar yang ukurannya kira-kira sebanding dengan kemampuan Anda. Uji cobalah dulu pada pasar sempit tersebut dan belajar dari kesalahan-kesalahan yang Anda lakukan. Setelah perusahaan Anda berhasil menguasai pasar tersebut, naikkanlah target Anda perlahan-lahan, sampai perusahaan Anda berhasil masuk ke segmen mainstream.

Dengan berfokus pada satu daerah kecil terlebih dahulu, para pemain lama kemungkinan besar tidak akan mengutak-atik perusahaan Anda yang dianggap terlalu kecil untuk diperhatikan. Mereka toh masih punya lawan yang lebih besar untuk dihadapi. Gunakanlah kesempatan tersebut untuk menyusun kekuatan perusahaan Anda. Jangan terburu-buru berhadapan langsung dengan para raksasa sebelum perusahaan perusahaan Anda cukup besar. Ambisi boleh saja besar, namun kecerdikan harus didahulukan agar perusahaan Anda tidak mati muda.

Nasehat tersebut bukan asal nasehat tanpa dasar. Anda ingat nama Peter Drucker? Almarhum mahaguru ilmu manajemen tersebut tidak menganjurkan inovasi yang langsung menyasar pasar mainstream sebelum diluncurkan di pasar yang lebih kecil. Menurut beliau, tidak ada produk yang langsung sempurna dan bisa memenuhi kebutuhan target pelanggan begitu diluncurkan. Penyempurnaan sana sini pasti akan terjadi. Dengan meluncurkan di pasar yang lebih kecil, perusahaan berkesempatan belajar terlebih dahulu. Sebaliknya bila inovasi tersebut langsung menyerbu pasar mainstream, kesalahan akan berakibat fatal.

Geoffrey Moore dalam bukunya Crossing the Chasm juga menganjurkan produk hasil inovasi diskontiniu yang ingin melewati jurang yang terdapat di antara segmen early adopters dan early majority untuk memulai perjalanannya dengan mencari target customer, bukan target market (baca juga: Inovasi, Lewatilah Jurang Ini!). Menurut Moore, target market terlalu besar untuk ditaklukkan. Target market seperti para eksekutif, para ibu rumah tangga, atau para anak muda terlalu abstrak dan impersonal. Sementara target customer bersifat lebih personal. Dengan berfokus pada target customer, Anda berusaha mendefinisikan calon pelanggan Anda secara lebih detail. Siapa mereka? Apa yang mereka butuhkan? Situasi apa yang mereka hadapi? Apa hambatan atau masalah yang mereka temui? Bagaimana produk kita bisa membantu pada situasi tersebut? dlsb… Dengan mengetahui target customer dengan lebih intim, perusahaan bisa menyempurnakan produknya untuk memenuhi kebutuhan mereka secara lebih baik dari solusi yang ada sebelumnya. Setelah berhasil memenangkan mereka, barulah perusahaan perlahan-lahan masuk ke pasar yang lebih besar.

Sementara teori disruptive innovations juga menganjurkan para inovator menciptakan produk untuk segmen yang terabaikan atau segmen yang membutuhkan solusi yang lebih sederhana. Segmen tersebut umumnya kurang dilirik perusahaan besar yang sudah mapan karena tidak menjanjikan potensi laba yang tinggi. Kuasailah segmen tersebut terlebih dahulu sambil menyusun kekuatan. Setelah kaki dan tangan tertancap kuat, barulah inovasi tersebut perlahan-lahan disempurnakan untuk menggapai segmen yang lebih tinggi.

Nasihat dari ketiga orang pintar tersebut tentulah sungguh bijak. Jika kita kembali ke sejarah lagi, dan kali ini sejarah penemuan-penemuan inovatif yang berhasil, kita bisa melihat bagaimana penemuan-penemuan yang sekarang ini banyak dipakai orang sering memulai perjalanan mereka dari kecil. Strategi ala penyerbuan ke pantai Normandia ini memang sangat cocok untuk inovator atau wiraswasta yang memulai usaha dengan modal yang relatif kecil. Selain bisa beraksi dengan bebas di bawah radar para pemain besar, strategi ini juga memberikan keuntungan lain yang tak kalah pentingnya. Andaikata inovasi baru gagal masuk ke pasar yang lebih besar, setidaknya inovasi tersebut masih bisa dipasarkan di pasar semula yang lebih kecil. Tujuan untuk menjadi besar memang gagal tercapai, namun setidaknya inovasi tersebut tidak mati sia-sia.

Kecil itu, ternyata bukan saja indah. Bila digabungkan dengan kecerdikan, sesuatu yang kecil itu akan mampu menghasilkan kekuatan besar yang menunggu saat yang tepat untuk meledak. Taklukkanlah Partai Normandia Anda terlebih dahulu sebelum menaklukkan sebuah benua dan dunia.

Sumber: http://www.itpin.com

About these ads

2 Responses to “Penyerbuan Pantai Normandia”


  1. 1 TRH
    Januari 31, 2012 pukul 12:37 pm

    mau perang apa mau jualan sih??? hehehe

  2. 2 Nadia Amani Alya
    Mei 8, 2012 pukul 10:43 pm

    Pemimpin perangnya siapa?


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: